BISMILLAAHIRRAHMAANIRRAHIIM
alhamdulillaahi 'alaa tatimmush-shaalihati.
https://m.facebook.com/jemappelle.karno
Ok.. Di awal tahun 2014 saya memulai blog khusus utk produk saya yakni, FILTER OLI STAINLESS..namun karena kesibukan membuat saya lupa password blog terdahulu.
Jadi.. Kali ini saya coba untuk memulai kembali.
Sebagaimana yg telah dijelaskan bhw Filter Oli harus memenuhi standar tertentu..apakah SNI, Japanese Standard, American Standard, atau Euro Standard. Nah.. Klo produk saya ini standardnya disandarkan pd tes yg saya lakukan sendiri. Maklum, dana terbatas....SEKALI!! 😅😅.
BAGAIMANA TES yg telah saya lakukan utuk menguji ketahan disain dan bahannya (utamanya)?.
Sederhana saja yaitu dg dibakar.
Nah itu. .Saya tidak merekamnya, sangat disayangkan. Namun begitu seperti yg bisa diperhatikan dg seksama bahwa bahan media filter stainlessnya setelah dibakar di suhu yg hampir mencapai 600°c (diukur dg thermometer digital) tidak mengalami kerapuhn/keropos. Malah tetap lentur. Dan lem/perekatnya (yg masih buatan USA) MASIH INTACT di elemen medianya.
Sebetulny tes bakar tersebut awalnya karena filter yg saya buat mengalami kegagalan teknis.... JUJUR NI YAA - BIAR TAU KLO SAYA INI MASIH SUKA KHILAF. STILL HUMAN BEING.. yaa maklum karena baru pertama bikin filter dg tangan sendiri. Dulu bikinnya masih model lempeng saja alias tanpa dilekuk2, dilipat2 media filter stainlessnya. Gagalnya ada pd lem yg ketika dioven, tujuannya supaya cepat kering, namun malah menjalar naik, mungkin karena sifatnya yg cenderung liquid (nol besar soal kimia mah) sehingga saat dipanaskan jd menguap dg caranya sendiri.
Nah mumpung ada yg gagal produksi jadi saya sekalian bikin tes ekstrim saat itu. Dan hasilnya sebagaimana yg saya foto di atas. Ok. Foto paling atas itu, adl tes bakar di suhu 450°, yg tengah 500°c, dan yg paling bawah di suhu 560°c. Dan sampai pada suhu itu saya hentikan karena saya pikir cukup uyk mengetahui seberapa tahan elemen menghadapi suhu panas tinggi. Perlu dicatat, suhu kerja mesin motor yg normal hanya mencapai 200°c, dan itu ada pada bagian blok kopling, sedangan pada ruang filter oli rata2 di kisaran 140°c - 160°c. Bagian paling panas ada pada bagian cylinder head terutama di bagian exhaust valve dan tentunya pd leher knalpot.
Ok.. Itu tdi sekilas uji ketahanan panas. Lalu Bagaimana dg ketahanan disain.
Disain yg saya tuju adalah tidak berubah bentuk Konstruksi Filter Oli. Tanpa basa basi dg tulisan panjang berikut foto yg menjelaskannya
Demikianlah, ada yg baru hitungan 1500km - 1.5th.
Jadi secara prinsip, Filter Oli difungsikan utk menjaga kebersihan oli itu sendiri, namun bukan pada sisi warna tapi bersih dri gram2 yg dapat membahayakan atau merusak komponen2 mesin.
Nah.. Perbedaan yg signifikan antara FO STAINLESS dengan FO Kertas atau Cellulose adlh Sitem kerjanya..jika FO KONVENSIONAL begitu oli bersirkulasi melalui filter oli maka oli pertama2 akan menekan katup bypass filter oli nya dan kemudian akan coba menekan setiap pori2 media kertas tersebut utk masuk ke dalamnya..namun karena media itu sebenarnya terbuat dri serat, maka seiring dg pemakaiannya serat2 itu makin lama akan makin merapat sehingga pada waktunya tidak lagi mampu menyaring dg baik, malah sangt minim kemampuannya. Hal itu bisa dilihat dari bentuk lipatan2 kertasnya yg tidak lagi lurus tapi lengkung...bahkan sebagian ada yg sobek atau lemnya terangkat, lepas. Dan jika sudah memasuki level parah seperti itu dipastikan oli masuk ke filter melalui katup bypass, yg arti lainnya, filterisasi terjadi di dalam filter bukan di luarnya.
Mudah2an bermanfaat buat antum sekalian.
Allaahu ya'-khudzu bi aidinaa ilaa maa fiihi khairun lil Islaami wal-muslimiin.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar